Ini Cara Pengusaha menyiasati Pembatasan Solar di Jakarta

K-online, Kota- Pembatasan pembelian solar di Jakarta memaksa pengusaha memutar otak untuk menyiasatinya.
Seperti yang dilakukan unit transportasi PT. Pura Goup, perusahaan bergerak dibidang percetakan di Kudus Jawa Tengah ini berencana menambah kapasitas tangki armadanya menjadi dua kali lipat.
Cara ini dinilai paling mudah dilakukan, untuk menjamin armada pengangkut barang cetakan aman memasuki Jakarta.

Koordinator Sopir PT. Pura Thomas Purwo Atminto mengatakan  Hampir semua jadwal pengiriman barang kepada konsumen menjadi tertunda. Ini disebabkan  sopir harus mencari rute perjalanan baru yang menyediakan solar bersubsidi dan tidak melewati jalan bebas hambatan (Tol). Selain itu sopir juga harus menyediakan waktu lebih untuk mengantri di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Akibatnya perusahaan harus menambah uang saku untuk sopir dan kernet, karena terjadi penambahan waktu 2 hingga 3 hari dari waktu normal.

"Kedepannya kita mau ga mau kita akan menambah tangki, nambah tangki di kendaraannya itu, yang tadinya kapasitas 200 liter menjadi 400 liter, kayak gitu jadi dua tangki dalam satu mobil" katanya kepada wartawan.

Thomas menambahkan saat ini PT. Pura mempunyai 180 truk kontener yang beroperasi ke Jakarta dan Surabaya. Armada tersebut bisa melakukan pengiriman 4 hingga 5 kali dalam satu bulan. Jika dihitung rata-rata penggunaan solar dalam satu bulan mencapai 315 ribu liter solar.

Selain pembatasan pembelian solar, masalah lain yang dihadapi dalam pengiriman barang adalah belum berfungsinya jembatan Comal secara maksimal. Ini menyebabkan angkutan barang harus memutar melalui jalur selatan, hal ini juga menambah biaya operasional untuk pengangkutan. Jika berbagai upaya untuk menyiasati pembatasan solar tidak berhasil maka dalam waktu dekat perusahaan berencana menaikkan tarif biaya pengiriman barang yang akan dibebankan kepada konsumen.

(Odie)


Post a Comment

Previous Post Next Post