![]() |
| (Illustrasi) |
(Kudus-online.com), Kota
– Koordinator Milisi Penyelamat Uang Rakyat Slamet Machmudi menilai Pemerintah
Kabupaten Kudus, masih lemah dalam pengawasan terhadap sejumlah proyek
infrastruktur, akibatya banyaknya proyek fisik yang kondisinya mulai rusak.
"Jika pengawasan
dilaksanakan dengan baik, tentu sulit dijumpai proyek infrastruktur yang
rusak," ujarnya.
Kerusakan yang terjadi sering
diutarakan karena faktor musim penghujan.
"Padahal, curah
hujan saat ini tidak begitu tinggi," ujarnya.
Menurut dia, terlalu
dini jika musim hujan dijadikan dalih pembenaran rusaknya fasilitas publik,
sedangkan fakta penyimpangan bestek dan penggunaan material di bawah kualitas
tidak pernah disinggung atau dibahas oleh masing-masing SKPD terkait.
Jika masing-masing SKPD
berani terbuka dalam hal dugaan penyimpangan bestek, dia yakin proyek
infrastruktur di Kudus akan lebih berkualitas sehingga tidak mudah rusak dalam
jangka waktu lama.
Beberapa proyek fisik
yang kondisinya mulai rusak, diantaranya proyek jalan umum yang saat ini banyak
yang berlubang serta jalan usaha tani (JUT) juga banyak yang mengelupas dan
retak.
Selain itu ada beberapa
proyek yang dinilai mangkrak diantaranya pembangunan lapak PKL di sejumlah desa
yang hingga kini belum juga dimanfaatkan.
mahmudi menduga,
pemanfaatan uang rakyat masih berorientasi pada kemakmuran para pejabat dan
oknum pengusaha penyedia jasa, sedangkan rakyat hanya menikmati 40 persen
anggaran dari pembangunan fasiltas publik.
Masyarakat menginginkan
sikap transparan, bukan hanya sekadar publikasi sejumlah proyek yang akan
dilaksanakan, tetapi proses lelang dan dasar penentuan penyedia jasa yang
ditunjuk juga disampaikan kepada masyarakat.#

Post a Comment