K-Online, Kota-Ombudsman RI Jawa Tengah menemukan dugaan pemalsuan ratusan data guru honorer kategori II di Kabupaten Jepara Jawa Tengah.
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jateng, Achmad Zaid mengatakan dari hasil investigasi lapangan tim menemukan di Kabupaten Jepara ada 900-an guru honorer kategori II yang memenuhi syarat untuk mengikuti CPNS 2013 lalu, namun ternyata yang ikut tes mencapai 1700 orang sehingga ada sekitar 800an data yang diduga dipalsukan agar bisa ikut tes CPNS.
"Dugaan sementara pemalsuan dilakukan oleh guru bersangkutan atau oleh kepala sekolah". Kata Zaid kepada K-Online (25/3)
Zaid menambahkan, dari hasil klarifikasi di lapangan BKD (Badan Kepegawaian Daerah) tidak berwenang melakukan cros cek data di lapangan. Jadi hanya menerima berkas dan memprosesnya, padahal berkasnya tidak sesuai.
"Mereka mengatakan tercecer, tapi kalau jumlahnya ratusan ya ga logis" Kata Zaid.
Selain Jepara, hari ini (25/3) tim dari ombudsman Jateng juga hadir di Kabupaten Kudus untuk melakukan klarifikasi terkait laporan masyarakat mengenai tenaga honorer kategori II.
Permasalahan tenaga honorer kategori II di Kabupaten Kudus mulai mengemuka ketika tercium indikasi manip
ulasi data tenaga honorer, menyusul banyaknya pegawai yang ikut dalam proses tes seleksi CPNS. Tenaga honorer kategori II yang menjadi peserta tes CPNS sebanyak 504 orang. Padahal, tenaga honorer kategori II yang masuk uji publik tahun 2012 untuk diangkat menjadi CPNS 2014 hanya tercatat sebanyak 256 orang.
Untuk itu beberapa waktu lalu, sejumlah tenaga honorer yang tidak lolos CPNS dan sudah mengikuti uji publik tahun 2012 mengadu ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Komnas HAM, serta melaporkannya ke Mabes Polri.
Sementara itu, bupati Kudus Mustofa menyambut baik kehadiran tim Ombudsman. Ombudsman dipersilahkan untuk melakukan tugas dengan sebaik-baiknya.
"Seluruh proses sudah kami jalankan dengan baik, daerah hanya menjadi tempat tes saja semua keputusan ada di pemerintah pusat". Katanya memberi penjelasan kepada sejumlah awak media di pendopo.
(Odie)
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jateng, Achmad Zaid mengatakan dari hasil investigasi lapangan tim menemukan di Kabupaten Jepara ada 900-an guru honorer kategori II yang memenuhi syarat untuk mengikuti CPNS 2013 lalu, namun ternyata yang ikut tes mencapai 1700 orang sehingga ada sekitar 800an data yang diduga dipalsukan agar bisa ikut tes CPNS.
"Dugaan sementara pemalsuan dilakukan oleh guru bersangkutan atau oleh kepala sekolah". Kata Zaid kepada K-Online (25/3)
Zaid menambahkan, dari hasil klarifikasi di lapangan BKD (Badan Kepegawaian Daerah) tidak berwenang melakukan cros cek data di lapangan. Jadi hanya menerima berkas dan memprosesnya, padahal berkasnya tidak sesuai.
"Mereka mengatakan tercecer, tapi kalau jumlahnya ratusan ya ga logis" Kata Zaid.
Selain Jepara, hari ini (25/3) tim dari ombudsman Jateng juga hadir di Kabupaten Kudus untuk melakukan klarifikasi terkait laporan masyarakat mengenai tenaga honorer kategori II.
Permasalahan tenaga honorer kategori II di Kabupaten Kudus mulai mengemuka ketika tercium indikasi manip
Untuk itu beberapa waktu lalu, sejumlah tenaga honorer yang tidak lolos CPNS dan sudah mengikuti uji publik tahun 2012 mengadu ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Komnas HAM, serta melaporkannya ke Mabes Polri.
Sementara itu, bupati Kudus Mustofa menyambut baik kehadiran tim Ombudsman. Ombudsman dipersilahkan untuk melakukan tugas dengan sebaik-baiknya.
"Seluruh proses sudah kami jalankan dengan baik, daerah hanya menjadi tempat tes saja semua keputusan ada di pemerintah pusat". Katanya memberi penjelasan kepada sejumlah awak media di pendopo.
(Odie)

Post a Comment