![]() |
| Direktur PDAM, Saat konfrensi pers |
Menurut Direktur PDAM Kudus, Ahmadi Syafa, dana pinjaman kredit mikro yang diperoleh Koperasi Tirta Makmur PDAM Kudus dari BSM sebesar Rp3 miliar, namun baru terbayarkan Rp700 juta.
Awal PDAM Kudus sering menerima komplain pelanggan yang merasa tidak pernah memiliki tanggungan pinjaman terhadap BSM, namun mendapatkan surat peringatan untuk melunasinya.
Atas komplain tersebut, ditindaklanjuti dengan melakukan survei terhadap 2.333 pelanggan PDAM Kudus
yang disebutkan mendapatkan pinjaman kredit mikro pemasangan sambungan baru
PDAM pada Desember 2013 hingga Maret 2014.
Hasilnya, hanya 635 orang yang benar-benar
menikmati kridit mikro dari BSM tersebut, sisanya diduga fiktif sebab bukan
pelanggan baru dan telah melakukan penyambungan PDAM namun namanya diajukan
sebagai pelanggan baru dan mendapat fasilitas pembiayaan. Bahkan sebanyak 475
orang di antaranya bukan pelanggan.
Proses pencairan pinjaman tersebut, kata dia, tanpa sepengetahuan dirinya sebagai Direktur PDAM Kudus.
Proses pencairan pinjaman tersebut, kata dia, tanpa sepengetahuan dirinya sebagai Direktur PDAM Kudus.
Bahkan, lanjut dia, tanda tangan dirinya juga
dipalsukan, karena selama ini dirinya tidak pernah menandatangani pelanggan
baru yang diajukan mendapatkan pinjaman kredit mikro pemasangan sambungan baru
PDAM Kudus dari BSM.
Ketua Koperasi Tirta Makmur Perusahaan PDAM
Kudus, Ayatullah Humaini telah dihadirkan bersama semua pengurus koperasi
beserta pengawas koperasi untuk meminta penjelasan soal kredit macet tersebut.
"Ketua Koperasi Tirta Makmur Perusahaan PDAM Kudus dalam surat pernyataannya mengakui adanya kredit macet dalam perjanjian kerja sama antara pihak koperasi dengan PT Bank Syariah Mandiri Cabang Kudus," ujarnya.
"Ketua Koperasi Tirta Makmur Perusahaan PDAM Kudus dalam surat pernyataannya mengakui adanya kredit macet dalam perjanjian kerja sama antara pihak koperasi dengan PT Bank Syariah Mandiri Cabang Kudus," ujarnya.
Dalam surat pernyataannya Ketua Koperasi Tirta
Makmur Perusahaan PDAM Kudus, Ayatullah Humaini tertanggal 20 November 2013,
bersedia bertanggung jawab atas penyimpangan pengajuan dan pencairan pinjaman
kredit mikro pemasangan sambungan baru PDAM Kudus.
Sementara itu, Ketua Koperasi Tirta Makmur
Perusahaan PDAM Kudus, Ayatullah Humaini ketika dimintai konfirmasinya
mengakui, dirinya atas nama lembaga memang membuat surat pernyataan siap
bertanggung atas wanprestasi yang terjadi tersebut. "Memang benar ada tunggakan pelanggan
dalam jumlah yang cukup banyak," ujarnya.
Ia mengakui, sudah berupaya melunasi
tanggungan pinjaman tersebut, karena sebelumnya juga sudah bertemu dengan BSM
sehingga tidak ada masalah. dirinya juga siap menjual aset miliknya.Terkait dugaan pemalsuan tanda tangan, dia
membantahnya, karena tanpa sepengetahuan PDAM dipastikan dana tersebut tidak
bisa cair.
(Odie)

Post a Comment