K-Online, Kota- Meski 60 persen kursi DPRD Kabupate Kudus diisi wajah baru, bukan jaminan bisa memberikan harapan baru terhadap masyarakat, demikian disampaikan Direktur Lembaga Studi Sosial Budaya Sumur Tolak Kudus Zamhuri.
"Hal ini karena keberhasilan mereka terpilih sebagai anggota dewan ada yang disebabkan oleh faktor ekonomi dan bukan atas kesadaran masyarakat dalam memilih mereka," ujarnya.
Zamhuri mengaku, pesimistis bisa melahirkan harapan baru terhadap mereka, karena merasa telah membeli kekuasaan kepada masyarakat.
Bahkan, sejumlah pengamat politik menilai kualitas pemilu tahun ini justru mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya, mengingat keberhasilan untuk bisa duduk di kursi dewan ditentukan oleh faktor ekonomi.
Kita berharap masyarakat menyadari bahwa pilihan karena faktor ekonomi justru akan memberikan dampak negatif terhadap kinerja anggota dewan nantinya.
"Semoga segera tumbuh kesadaran berpolitik yang lebih beradap dan mengakui pilihan karena motif ekonomi itu keliru," ujarnya menegaskan.
Hasil rapat pleno penetapan perolehan kursi dan calon terpilih anggota DPRD Kabupaten Kudus oleh KPU Kudus tercatat sebanyak 27 caleg yang terpilih merupakan wajah baru, sedangkan 18 caleg merupakan wajah lama yang terpilih kembali.
Pendatang baru para politisi paling banyak di tubuh PDI Perjuangan sebanyak tujuh orang dari sembilan kursi yang diraih, disusul Partai Gerindra sebanyak lima orang dari lima kursi yang diperoleh, disusul Partai Nasdem dan PKS masing-masing tiga orang.
(Lathief)

Post a Comment