Ribuan Warga Antri Nasi Jangkrik Buka Luwur Sunan Kudus

K-Online, Kota - Warga dari berbagai daerah tetap antusias antri nasi jangkrik goreng dan uyah asem pada ritual keagamaan untuk menandai penggantian kelambu di Makam Sunan Kudus.

Antrean waga memadati kompleks Makam Sunan Kudus diperkirakan mulai pukul 03.00 WIB karena khawatir kehabisan jatah nasi.

Tradisi "Buka Luwur" yang diselenggarakan setiap 10 Muharam 1436 Hijriah atau bertepatan dengan Senin (3/11) merupakan ritual keagamaan untuk menandai penggantian kelambu di Makam Sunan Kudus.

Panitia ritual selalu menyiapkan puluan ribu bungkus nasi jangkrik serta uyah asem untuk dibagikan kepada masyarakat.

Nasi bungkus yang disediakan berupa nasi "jangkrik goreng" dan "uyah asem".

Menu nasi "uyah asem" terdiri atas daging kerbau tanpa kuah, sedangkan menu nasi "jangkrik goreng" dilengkapi kuah "tetelan" daging kerbau.

Jumlah beras yang dimasak bisa mencapai 5 ton lebih dan kambing bisa mencapai pukuhan ekor.

Untuk menyediakan puluhan ribu bungkus nasi tersebut, dibutuhkan tenaga untuk memasak hingga 500-an orang lebih.

Beberapa warga meyakini nasi tersebut bisa mendatangkan keberkahan karena diawali dengan ritual keagamaan yang dipimpin ulama setempat.

"Mudah-mudahan mendatangkan keberkahan dengan menyantap nasi jangkrik dan uyah asem tersebut," kata Astri dari Jepang Pakis, Jati, Kudus.

Setiap tahun, kata dia, tak pernah absen ikut antre

Warga yang antre nasi buka luwur tidak hanya dari kalangan usia muda, tapi warga yang masih usia remaja juga ikut meramaikan antrian tersebut.

Desak-desakan serta berdiri hingga puluhan menit merupakan hal biasa, sehingga warga harus siap dengan fisik yang kuat agar tidak jatuh pingsan.

Post a Comment

Previous Post Next Post