(Kudus-online.com),Kota
– Anda punya usaha dan kesulitan menambah modal ?, ini kabar gembira buat anda.
Pemerintah Kabupaten Kudus akan meluncurkan program kredit usaha produktif
(KUP) untuk membantu permodalan usaha kecil menengah (UKM). Tak
tanggung-tanggung program ini ditargetkan sudah mulai dijalankan Maret 2015.
Bupati
Kudus Musthofa mengatakan data calon penerima KUP saat ini sudah siap dan
diharapkan Maret 2015 bantuan permodalan tersebut sudah bisa digulirkan melalui
Bank Jateng sebagai bank pelaksana.
Dalam
melaksanakan program KUP tersebut Pemkab Kudus tidak mengeluarkan anggaran. Pemkab
Kudus hanya menjual ide kreatif untuk memberikan bantuan permodalan terhadap
usaha kecil menengah (UKM).
Pelaku
usaha yang mendapatkan bantuan permodalan diutamakan yang layak mendapatkan
kredit serta ditekankan memiliki itikad baik dalam memenuhi kewajibannya.
Terkait
kekhawatirkan terjadinya kredit macet, hasil survei di Tanah Air masyarakat
kecil relatif taat dalam mengembalikan pinjaman permodalan, bahkan tingkat
rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) sangat rendah.
Pelaku
usaha yang akan menjadi sasaran program KUP, ditargetkan, antara 1.000--3.000
pelaku usaha, yang tersebar dalam 9 kecamatan.
Kabupaten
Kudus sendiri ditetapkan sebagai daerah percontohan untuk pelaksanaan program
KUP yang ditujukan untuk memberikan bantuan permodalan terhadap UKM.
Gagasan
KUP tersebut, diklaim sebagai penyempurnaan atas program kredit sebelumnya,
seperti kredit usaha rakyat (KUR).
Program
ini menawarkan bunga pinjaman yang lebih murah sekitar 6 persen per tahun dan
menyentuh usaha mikro produktif tanpa agunan dalam mengakses pinjaman
permodalan tersebut.
Nilai
pinjaman permodalan, disesuaikan dengan beberapa kategori, yakni untuk pelaku
usaha yang mendapatkan kartu berwarna merah pinjaman maksimal Rp5 juta, biru
maksimal Rp10 juta, hijau maksimal Rp15 juta, dan abu-abu maksimal Rp20 juta.#

Post a Comment