(Kudus-online.com), Kota - Bupati Kudus Musthofa
mengharapkan Pembangunan Waduk Logung Kudus selesai pada tahun 2017, agar
manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat sekitarnya.
"Begitu juga pembangunan sarana irigasi untuk mendukung
keberadaan waduk tersebut juga diharapkan selesai pada tahun yang sama," katanya
didampingi Asisten I Agus Budi Satriyo.
Saat ini, proses pembangunan waduk terus berjalan sesuai
tahapan yang direncanakan sebelumnya.
Meski batal berkunjung ke kudus, Presiden Joko Widodo telah
memberikan restu dan berharap proses pembangunan waduk tetap dilanjutkan. Nantinya
presiden tetap akan menyempatkan diri berkunjung
ke Kudus untuk melihat
perkembangan pembangunan waduk tersebut.
Sekarang ini tahapan pembangunan waduk masih pada tahap
penentuan titik lokasi yang akan dibangun bangunan waduk.
Setelah bangunan fisik waduk selesai dibangun, masih
dibutuhkan waktu selama enam bulan untuk penampungan airnya.
Percepatan pembangunan waduk tersebut juga bertujuan untuk
mendukung upaya mencapai swasembada pangan yang ditargetkan oleh Pemerintah
Pusat bisa terealisasi pada tahun 2017.
Lahan yang dibutuhkan untuk dibangun Waduk Logung seluas 196
hektare atau 697 bidang, yang tersebar di Desa Tanjungrejo dan Honggosoco
(Kecamatan Jekulo), Desa Kandangmas dan Rejosari (Kecamatan Dawe) serta lahan
milik Perum Perhutani.
Proses pembebasan lahan yang dilakukan Pemkab Kudus berjalan
alot karena sebagian pemilik lahan menolak menerima uang pengganti yang
ditetapkan seharga Rp28 ribu untuk lahan miring dan Rp31 ribu untuk lahan
datar.
Pemkab Kudus akhirnya
menempuh jalur konsinyasi atau menitipkan pembayaran uang pengganti pembebasan
lahan ke Pengadilan Negeri setempat dengan menyerahkan 68 berkas atau bidang
tanah.
Total uang pengganti yang dititipkan ke PN Kudus sebesar
Rp1,88 miliar, warga yang sudah mencairkan dana tersebut tercatat ada tujuh
warga dengan nilai bervariasi, sedangkan empat warga lain yang sepakat menerima
tawaran pembebasan masih proses melengkapi persyaratan administrasi.#

Post a Comment