(Kudus-online.com), Pati- Lagi, ratusan warga Kabupaten Pati,
yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK)
melakukan aksi unjuk rasa untuk menuntut pencabutan izin lingkungan yang
diberikan kepada PT Sahabat Mulia Sakti selaku investor pabrik semen.
Unjuk rasa yang digelar di Alun-alun Pati itu, merupakan
aksi lanjutan yang sebelumnya juga digelar oleh masyarakat dari berbagai elemen
yang menolak rencana pembangunan pabrik semen di Kabupaten Pati. Dalam aksi
kali ini mereka ingin beraudiensi dengan bupati, namun sayang bupati tidak
bersedia menemui pengunjuk rasa karena sedang ada acara.
Koordinator aksi demo Sri Wiyanik, mengaku sangat
menyesalkan ketidak hadiran Bupati Pati Haryanto pada audiensi dengan warga
karena sebelumnya sudah menyampaikan surat pemberitahuan kepada Pemkab Pati
terkait keinginan warga beraduiensi dengan bupati.
"Setiap hendak
bertemu selalu dikatakan sedang ada acara, padahal persoalan soal pabrik semen
juga penting untuk nasib warga Pati," ujarnya.
Padahal, saat kampanye bilang kepada masyarakat akan
memperjuangkan nasib masyarakat agar kesejahteraannya semakin meningkat,
kenyataannya ketika hendak ditemui selalu menghindar.
Karena selalu menghindar, maka tidak salah jika masyarakat
menyimpulkan bupati lebih berpihak kepada investor pabrik semen. Dugaan
keperpihakan Bupati makin menguat dengan dikeluarkan izin lingkungan secara
sepihak dan belum pernah mengajak komunikasi dengan masyarakat yang bakal
terkena dampak langsung pembangunan pabrik semen.
Dengan mengeluarkan izin lingkungan pabrik semen serta
penambangan batu gamping dan batu lempung di Kabupaten Pati kepada PT SMS, Bupati
Pati Haryanto juga dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam mewujudkan
swasembada pangan.
Dalam aksinya itu, JMPPK juga mengusung sejumlah poster
bertuliskan "cabut izin lingkungan, lebih baik menanam dibanding
menambang, tagih janji bupati, jangan hanya bicara rakyat butuh bukti".
Pengunjuk rasa juga mengusung spanduk bertuliskan
"batalkan izin lingkungan pabrik semen PT SMS dan makmur tanpa pabrik
semen".
Lahan pertanian di Kecamatan Kayen dan Tambakromo yang bakal
dijadikan lokasi pembangunan pabrik dan lokasi penambangan, selama ini cukup
menghasilkan karena bisa panen padi hingga dua kali karena tersedianya air
irigasi dari Pegunungan Kendeng.
Meskipun kembali gagal bertemu bupati, dia meminta
masyarakat yang menolak rencana pembangunan pabrik semen untuk tetap semangat
menolak pabrik semen.#

Post a Comment